Penghargaan

PT Irawan Djaja Agung berhasil mengangkat citra produknya


Tak puas Berjaya di dalam negeri, PT Irawan Djaja Agung pun semakin mengembangkan sayapnya dengan merambah pasar ekspor ke negara-negara maju.

Sebagai bentuk kepercayaan masyarakat, PT Irawan Djaja Agung telah banyak menerima penghargaan.

Diterimanya berbagai penghargaan ini menjadi tolak ukur akan tingkat keberhasilan perusahaan maupun tingkat kepuasan konsumen akan kualitas produk.

Penghargaan yang kami raih

  • CPOB

    1.    Nomor sertifikat CPOTB sediaan cairan obat luar : ST.04.03.433.12.17.03.02.396, Valid sampai dengan 18-12-2022
    2.    Nomor sertifikat CPOTB sediaan Cone (inhaler)  : ST.04.03.433.12.17.01.13.398, Valid sampai dengan 18-12-2022
    3.    Nomor sertifikat CPOTB sediaan setengah padat : ST.04.03.433.12.17.02.01.397, Valid sampai dengan 18-12-2022 
    4.    Nomor sertifikat CPOB sediaan serbuk oral non betalaktam : 4752/CPOB/A/VI/16, Valid sampai dengan 21-06-2021  

  • ISO

    Nomor sertifikat ISO : 16 00 J 16115, Valid sampai dengan 14-09-2018

Berita Perusahaan

  • 08 Mar 2018
Jakarta - Setiap tanggal 8 Maret diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional. Penetapan tanggal ini rupanya melalui proses yang panjang sejak lebih dari 100 tahun lalu. 

Dikutip dari situs resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kamis (8/3/2018), peringatan soal Hari Perempuan Nasional pertama kali dilakukan pada 28 Februari 1909 di New York, Amerika Serikat. Agenda ini diinisiasi oleh Partai Sosialis Amerika Serikat untuk memperingati setahun berlalunya demonstrasi kaum perempuan setahun sebelumnya di New York pada 8 Maret 1908. 

Gerakan tuntutan hak oleh kaum perempuan pada 1908 ini dilatarbelakangi oleh para pekerja pabrik garmen. Mereka menuntut hak berpendapat dan berpolitik.  Pada tahun 1910, organisasi sosialis internasional berkumpul di Kopenhagen untuk menetapkan Hari Perempuan. Usul ini disepakati oleh 100 perempuan dari 17 negara. Namun belum ditetapkan soal tanggal berapa hari tersebut diperingati. 

Bergulir ke tahun berikutnya, Hari Perempuan Internasional ditandai pada 19 Maret dan diperingati di Austria, Jerman, Swis, dan Denmark. Lebih dari 1 juta perempuan dan laki-laki ikut terlibat. 

Pada kurun waktu 1913-1914, Hari Perempuan Internasional dipakai sebagai gerakan penolakan Perang Dunia I. Di sejumlah negara Eropa, Hari Perempuan Internasional dipakai untuk memprotes perang dunia atau sebagai aksi solidaritas sesama wanita. 

Pada tahun 1917, para perempuan Rusia memprotes perang dengan gerakan bertajuk ‘Roti dan Perdamaian’ pada hari Minggu terakhir di bulan Februari. Hari tersebut bertepatan dengan tanggal 8 Maret di kalender Masehi. 4 hari kemudian, Tsar Rusia memberikan hak untuk memilih untuk para perempuan.

Hingga akhirnya pada tahun 1975, untuk pertama kalinya PBB memperingati Hari Perempuan Internasional pada 8 Maret. Sejak saat itulah pada tanggal ini diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional.

Sumber :
https://news.detik.com/berita/3904532/sejarah-hari-perempuan-internasional

Acara Perusahaan

Saat ini Belum ada Acara Perusahaan